Kenalkan Jilbab dari Usia Balita

10:02 AM
Kenalkan Jilbab dari Usia Balita - “Selamat, Bu! Bayinya perempuan. Insya Allah jadi anak sholehah yah, Bu!”


Begitulah kalimat perawat setelah saya mulai siuman pasca melahirkan Salfa, anak pertama kami. Kami tidak pernah benar-benar percaya pada saat hamil dulu, kalau di dalam perut saya adalah janin berjenis kelamin perempuan. Soalnya, sejak awal hamil sampai akan melahirkan, tanda-tanda yang terlihat adalah sebaliknya.

Ya, memang karena prediksi dari Mama dan Ibu mertua mengatakan demikian. Belum lagi dengan saudara-saudara yang lain. Hampir 90% mengatakan kalau kelak saya akan melahirkan anak perempuan. Sebenanrnya, kami pun memeriksakan ke dokter kandungan mengenai jenis kelamin anak kami. Tetapi menurut dokter saat itu, sulit mengetahuinya karena terhalang oleh kedua paha. Sejak saat itu, saya dan suami sudah menyerahkan semuanya pada yang kuasa. Laki-laki atau perempuan sama saja. Yang pasti, anak adalah anugerah dan juga amanah yang harus benar-benar terdidik dengan baik.

Seiring dengan pertumbuhannya, Salfa memperlihatkan banyak kemajuan yang boleh dibilang cepat dibandingkan usianya. Saat ini usianya sudah hampir 9 bulan, tepatnya 8 bulan 25 hari. Sedang lucu-lucunya kata orang. Memang benar, seringkali ada saja tingkahnya yang membuat senyum dan tawa terukir di wajah kami, orang tuanya.

Nah, dalam pertumbuhan ini pula, saya terpanggil untuk mulai mengenalkan jilbab pada Salfa. Saya tidak ingin terlambat memperkenalkannya, sebagaimana saya dulu yang “baru sadar” ketika sudah duduk di bangku SMA. Tetapi, bukan berarti saya menyalahkan kedua orang tua saya. Bukan sama sekali. Hanya saja apa yang baik dan bisa saya lakukan saat ini terhadap anak sendiri, lebih baik dilakukan dan tidak baik juga menunda.

Jujur saja, saya belum berani membeli stok jilbab yang banyak karena semakin hari Salfa makin bertumbuh. Sayang sekali jika membeli jilbab tetapi hanya dipakai dalam jangka waktu yang singkat apalagi jika baru sekali atau dua kali. Kalau ada yang bilang saya pelit, sebenarnya sih kurang tepat. Yang benar adalah irit 😀 *pelit dan irit beda jauh lho yah, hehehe…

Saat ini, Salfa masih “pinjam pakai” jilbab sepupunya. Meskipun usia adik sepupunya sudah hampir 4 tahun, tetapi jilbabnya bisa dipakai Salfa. What? Apa tidak kebesaran? Kalau lihat foto Salfa di bawah, silakan menyimpulkan sendiri. Yang pasti, Salfa nyaman memakainya dan tidak merasa risih. Nah, poin “tidak merasa risih” itu yang buat saya bahagia. Karena pada umumnya, balita yang dipakaikan sesuatu di kepala sering tidak betah. Tetapi Salfa, dalam keadaan bermain pun jilbab masih tetap terpasang dengan rapi.

(Ayah Bunda Nanda)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »